Gajah Yang Baik Hati

Gajah Yang Baik Hati

Gajah Yang Baik Hati | Ada seekor gajah, tubuhnya tinggi, besar dan gemuk. Belalainya sangat panjang dan kuat. Sepasang gadingnya besar dan kokoh. Gajah itu sangat baik hati. Ia selalu memberikan pertolongan kepada mereka yang kesusahan, baik binatang yang besar maupun kecil seperti tikus dan semut.

harimau - nicholas darmady - gajah yang baik hatiPada suatu hari gajah berkeliling hutan dan bertemu dengan harimau yang sedang kesakitan karena terkena pohon yang jatuh.

“Gajah… gajah…. tolong aku,” kata harimau menahan rasa sakit.

Mendengar teriakan Harimau, Gajah itu langsung mengangkat pohon yang menghimpit tubuh harimau dengan belalainya.

“Terima kasih, kawan. Seandainya kamu tidak segera datang menolongku, mungkin aku sudah mati karena tertindih pohon yang sangat besar,” ucap Harimau.

“Sama-sama, kita hidup memang harus saling menolong,” ucap Gajah. Mekipun gajah meiliki kelebihan dari binatang lainnya, tetapi gajah tetap rendah hati. Ia tidak menyombongkan diri.

Gajah pun pergi meneruskan perjalanannya. Tidak jauh dari tempat harimau, ia bertemu seekor kancil yang sedang asyik menikmati mentimun di kebun Pak Tani.

“Perutku sekarang sudah kenyang. aku harus segera mencari air untuk minum,” gumam kancil. Si kancil meninggalkan kebun itu. Ia berjalan kearah sungai untuk minum. Setelah berjalan sampai sungai, ia tidak mendapatkan air sedikit pun. Air sungai kering sehingga tidak ada air yang dapat ia minum untuk membasahi tenggorokannya yang mulai kering.

Kancil berkeliling hutan untuk mencari air minum. kancil merasa kecewa karena pada saat di pinggir rawa dan tepi danau, ia tidak mendapatkan air sedikit pun. Satu-satunya yang belum ia kunjungi adalah sebuah kolam besar yang berada di tengah hutan.

“Mungkin aku bisa mendapatkan air minum yang segar, di kolam ini,” kata kancil dalam hati.

Tanpa kancil sadari, Gajah mengikutinya dari belakang.

Baca juga cerita lainnya di sini : Cerita lainnya

si kancil - cute bunny - nicholas darmadySetelah beberapa saat si kancil berjalan, sampailah kancil di kolam itu. sayang sekali karena musim kemarau air kolam surut di tengah-tengah. Selain itu, pohon besar tumbang menghalangi jalan si kancil ke kolam.

Kancil terlihat sedih, wajahnya muram karena tidak bisa mencapai pusat kolam. Gajah yang melihat hal tersebut menghampiri kancil.

Tubuhnya yang tinggi bisa melewati batang pohon yang tumbang. Lalu, dengan belalainya, yang panjang ia bisa mencapai air kolam. Ia hirup air kolam melalui belalainya kemudian ia semprotkan untuk menghujani si kancil yang kehausan. Hujan buatan gajah itu terapung di dedaunan dan akhirnya si kancil bisa minum. Si kancil sangat senang dan terseyum pada gajah seraya berkata,” terima kasih gajah yang baik hati.”

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.